Latest Entries »

-dream-

” I was a little girl

alone in my little world

who dreamed of a little home for me”

 

Itu adalah sepenggal lirik dari Priscilla Ahn. Lagunya sangat menyentuh buatku. Terutama lirik yang aku kutip. Yup.. persis seperti itulah mimpiku. Makna yang tersirat dari lagu ini menggambarkan perasaan hatiku. ceilehh.. 😀 😀 😀 wkwkwkwkw…

I was a little girl
Alone in my little world
Who dreamed of a little home for me.
I played pretend between the trees,
And fed my houseguests bark and leaves,
And laughed in my pretty bed of green.

I had a dream
That I could fly
From the highest swing.
I had a dream.

Long walks in the dark
Through woods grown behind the park,
I asked God who I’m supposed to be.
The stars smiled down on me,
God answered in silent reverie.
I said a prayer and fell asleep.

I had a dream
That I could fly
From the highest tree.
I had a dream.

Now I’m old and feeling grey.
I don’t know what’s left to say
About this life I’m willing to leave.
I lived it full and I lived it well,
There’s many tales I’ve lived to tell.
I’m ready now,
I’m ready now,
I’m ready now
To fly from the highest wing.

I had a dream.

Hari ini hujan deras turun di siang hari, tepat di detik-detik aku sedang bersiap untuk pulang kantor. Uh, sedikit menjengkelkan kalau boleh jujur. Haha.. Apa boleh buat, kerja di hari sabtu itu bawaannya selalu malas dan ingin cepat-cepat pulang. Apalagi ditambah sekarang sedang musim hujan. Di kantor pun tidak banyak yang bisa dikerjakan, karena masalah listrik. Aku pikir karena toh sudah jam pulang, meski hujan aku tetap nekat. Biar aja deh basah2an, juga tujuannya pulang ke rumah ini. Ga kemana-kemana lagi. Meskipun mampir sebentar ke rumah teman buat balikin katalog :-p
Nah disini yang menarik, waktu perjalanan pulang sehabis dari rumah teman, di jalan yang basah, becek, ga ada ojek #ups 😀 dan agak licin karena hujan masih turun dengan derasnya, aku berpapasan dengan sepasang kakek nenek yang sudah cukup renta. Papasan yang sangat singkat karena aku tidak mungkin menghentikan motorku untuk sekedar memandangi atau memperhatikan mereka, meski aku ingin. Sang nenek duduk di kursi roda dengan kondisi kepalanya dibebat, tangannya juga dibalut perban. Nenek itu terduduk lemas dan tanpa ekspresi. Terlihat seolah tidak berdaya. Sedangkan si kakek sambil memegang payung dengan tangan kirinya agar mereka tidak kehujanan dan mendorong kursi roda yg diduduki si nenek dengan tangan kanannya. Sang kakek berjalan dengan perlahan, sepertinya menuju rumah mereka. Ketika melewati mereka aku sempat menengok ke belakang dan melihat si kakek hendak membelok ke arang gang sebuah rumah. Sebenarnya jalanan itupun sudah mirip gang karena lebarnya yang sempit. Hanya muat dimasuki satu mobil yang jalannya searah. Kalau sampai ada 2 mobil berlawanan arah yang hendak melintas di jalan itu ya mau tidak mau memang harus ada yg mengalah salah satu.
Meski hanya sepintas dan sesaat, tapi sungguh aku langsung menitikkan air mata. Entah, perasaanku bercampur sedih, bahagia, salut, dan perasaan haru. Ya, aku terenyuh melihat mereka. Berbagai pikiran muncul di benakku. Sejujurnya aku senang, karena bahkan sampai kakek nenek mereka saling menjaga. Meski badan mereka mulai lemah dan renta. Aku juga penasaran, apa yang dipikirkan si kakek sampai saat ini, apa yang dirasakan si nenek. Apa hubungan diantara mereka, apakah kakak-adik atau suami-istri. Juga tak dipungkiri aku membayangkan diriku. Apa aku akan bertemu suami yang seperti itu. Wkwkwkkw :”)
Sebuah perasaan haru yang menyenangkan. Tidakkah itu romantis? Di tengah hujan yang turun dengan deras, si kakek berusaha dengan mantap memegang payung yg melindunginya dan si nenek dari guyuran hujan, dan dengan perlahan dan hati-hati mendorong kursi roda yang diduduki si nenek yang kondisinya lebih lemah dan hanya terduduk diam termenung tanpa ekspresi. Sungguh, aku ingin bertemu seseorang yang bersedia hidup sampai tua denganku. Sampai tua renta. Sampai umur kami habis. Melewati hari bersama, saling mendukung, menjaga, memahami dan menyayangi. Huaahhh.. :))
Setelah menonton “Habibie dan Ainun” ditambah berpapasan dengan sepasang kakek nenek di jalan, aku semakin berharap bisa bertemu dengan jodohku secepatnya. If today isn’t my time, tomorrow will be mine 🙂 *menghibur diri sendiri*

Hari pertama di awal tahun 2013.
Harusnya masih ada euforia yang tersisa. Semangat untuk mengawali hari baru. Tapi tidak bagiku. Hari ini begitu kelabu seperti langit yang sedari pagi selalu mendung. Ketika gerimis dan hujan turun, aku pun juga sedang menangis.

Apa yang kutangisi? Aku menangis karena hatiku masih saja bimbang. Aku menangis karena aku takut. Aku menangis karena aku sendirian. Aku menangisi kesedihanku. Aku menangisi ketidakmampuanku.

Seumur hidupku. Selama 21 tahun. Aku tak pernah merasakan sebuah rumah. Itulah kenapa, semenjak dari kecil, aku sudah berkeinginan untuk pindah dari kota ini. Aku tidak membenci kota ini. Bagaimana bisa aku benci. Di sinilah aku tumbuh.. Aku tidak mau membenci masa kecilku. Tapi entah mengapa, aku tak pernah merasa seperti berada di rumah.

Aku tumbuh dengan kekhawatiranku, ketakutanku.
Aku ingin pergi dari sini. Sesegera mungkin. Aku tahu menjalani hidup di tempat yang baru tidaklah mudah. Aku harus menyesuaikan diri lagi dengan lingkungan dan atmosfernya. Tapi aku pun tidak sanggup untuk terus bertahan di sini. Aku lelah untuk selalu memakai topeng. Aku tak pernah merasa bebas. Aku harus selalu menutup mata dan telingaku agar aku bisa bertahan di sini. Tak ada yang bersedia mendengarku. Tak ada yang mau memeriksa berapa besar luka yang ku punya. Diam adalah satu-satunya obat penenangku.

Ketika nanti aku sudah memutuskan untuk pergi, aku tau ada pengorbanan yang harus aku berikan. Untuk aku bisa mencari kebahagiaanku. Mencari sebuah rumah. Agar aku bisa pulang..

dipancing (emosi)

Sebelumnya, aku ucapin selamat hari Natal untuk semua teman-temanku serta bagi seluruh umat yang merayakan perayaan ini 🙂 God bless u all

Hmm.. Hari ini aku sedang memikirkan sesuatu. Soal mancing-memancing. 😀
Adakalanya itu memang bisa dijadikan bahan lelucon dan candaan, tanpa bermaksud menyinggung sesorang. Tetapi ada juga yang memang bermaksud menyindir.. Like irony. Hehe.. Jadi berhati-hatilah kalau mau memancing ikan #lho (˙â–ŋ˙?)
Haha..
Nah, selain hal diatas ada faktor lain lagi yang bisa berpengaruh. Yaitu soal suasana hati. Penting untuk diingat bahwa orang yang lagi labil jangan sampai dipancing-pancing. Dalam artian, kalau sedang tidak moodnya untuk diajak bercanda, ya sebaiknya cepat menyadarilah untuk tidak melanjutkan acara ‘mancing-memancingnya’ :p

Seperti yang aku rasain sekarang, aku lg tidak punya mood untuk dipancing-pancing tentang cowok yang aku suka. Aku memilih tidak memakan umpan. Maksudnya tidak meladeni 🙂 yahh, aku tau temanku itu mungkin maksudnya hanya bercanda. Tapi aku tidak dalam suasana ingin bercanda ttg hal tersebut. Jadi aku memilih diam dan berharap dia mempunyai kepekaan untuk mengerti sendiri 😉
Tapi ternyata dia tidak sadar-sadar juga 😐
Wkwkkwwkwk..

Yahhh tiada yang sempurna. Begitu juga aku. 😀

don’t ever fall in love with …

Let’s talk about LOVE. Kekekeke…
Fiuhh.. Aku rindu dengan seseorang di sana.

Pernah merasa bersalah karena menyukai seseorang? Bukan karena orang yang kamu sukai itu juga disukai oleh sahabatmu. Juga bukan karena hatimu yang telah mendua.

Aku merasa tidak seharusnya memiliki perasaan ini. Haha.. Miris. Ya, aku menyukainya. Sangat. Tapi justru hal itu yang menjauhkanku darinya. Seseorang yang ku kenal semasa kuliah. Aku memang tak pernah mengungkapkan, tp pada suatu waktu dia mengetahuinya. Entah berapa lama dia sudah menyadari perasaanku.
Setelahnya?? Perubahan sikap itu pasti ada, meski sekecil apapun.

Aku menyayanginya sebagai teman. Hingga kemudian, aku menyadari, semakin lama aku semakin bergantung padanya. Hmm.. Bukan salahku. Dia yang selalu mencari-cari kesempatan untuk membuatku kesal dan tertawa akhirnya. Mengerti maksudku? Haha..
Dia orang yang jahil. Dia selalu mengganggu dan menjahiliku kapanpun dia suka. Entah itu sedang di kelas ketika ada jam kuliah ataupun di luar. Setiap hari dan setiap kali bertemu. Meski begitu dia juga orang yang peduli padaku. Di balik sikap cuek dan kerasnya.

Mungkin memang kelemahan seorang wanita jika diberi perhatian lebih. Itu saat dimana aku tahu, aku takkan lagi bisa sedekat dulu dengannya. Pernah mendengar bahwa tidak ada yang namanya hubungan pertemanan antara seorang pria dan wanita?? Setuju?? Semua tergantung persepsi masing-masing.

Kami sering tak satu pendapat, mencari gara2 satu sama lain hanya untuk mengganggu, tp kami tak akan saling marah. Justru kami akan tertawa, mentertawakan hal2 tdk penting yang kami lakukan. Teman-teman yang lain terkadang hanya akan menghela napas melihat tingkah kami. Banyak juga yang salah paham mengira kami pacaran. Tapi, memang kenyataannya tidak. Kami hanyalah teman. TEMAN.
Aku mengingat setiap hal-hal kecil yang dia lakukan untukku. Hal itulah yang kemudian membuatku bertanya-tanya, apakah perhatiannya menandakan dia menyukaiku? Jawabannya adalah dia hanya nyaman berteman denganku. (â•Ĩïđâ•Ĩ)
Ketika pada akhirnya dia menyadari perasaanku, aku tau dia mulai merasa tidak nyaman. Karena itulah aku merasa bersalah. Karena perasaanku membuatnya menjadi tidak nyaman. Meski dia tetap bersikap seperti biasa, aku merasakannya. Mulai ada jarak diantara kami.

Apapun keadaannya sekarang, meski sudah jarang bahkan belum bertemu lagi, aku harap dia sukses dengan apa yang dia kerjakan. Semoga tahun depan dia sudah wisuda. 🙂

Buat seseorang yang aku ceritakan disini, aku minta maaf dan terima kasih untuk semuanya. Jangan khawatir, aku takkan terus menerus menyukaimu. Haha..

Ps: untitled-Maliq n d’essentials. I’m going to listen this song. Everytime I miss you. As a friend 😉

Membingungkan

Hari ketiga aku magang..
Mulai sedikit demi sedikit menangkap ritme di sini.. Huahh.. Tempat magang ku di sini adalah rumah yang merangkap juga kantor. Jadi, selain boss, keluarga boss juga pastinya akan terlihat berseliweran. Selain suara-suara mereka yang pastinya juga terdengar.
Hal yang membingungkan adalah aku masih belum tau akan mengerjakan apa. Hufttt… Ah, aku baru sadar kalau hari ini mereka (senior-senior) mengenakan pakaian yang seragam. Wkakakka.. Tentu, aku yang berbeda sendiri. 😀

Aku bingung hanya dengan melihat mereka sibuk. Aku bingung hanya dengan memperhatikan apa yang mereka kerjakan. Aku bingung dengan kebiasaan di sini. Hahhh.. Beginilah rasanya menjadi anak baru yang harus pintar-pintar beradaptasi. Serba salah.. Minta diajarin mereka sibuk, tp mereka juga risih liat aku ga ada kerjaan. So, siapa yg salah?? Hehe.. Ga ada yg salah. Semua perlu proses kan. Aku yakin sebentar lg pasti mulai terbiasa 🙂 because I’m STRONGER now ^^

sunday morning

Hari minggu pagi..
Bingung hari ini mau ngapain. Pengen banget nonton drama korea, tp lg kehabisan stok.. Huhu.. Mau ga mau ya cuma bisa baca novel aja.. Sekarang lg coba baca novel yang judulnya “Beautiful Mistake” dari penerbit Gagasmedia. Salah satu novel duet. Hmm.. Inget-inget alasan kenapa dulu beli novel ini. Kayaknya karena waktu itu lg banyak duit jadi kalap diabisin buat beli novel. Haha.. Maklumlah salah satu cara sedikit ngilangin stres skripsi saat itu adalah dengan memburu novel. Jadi selain beli novel inceran, ga jarang juga dadakan beli novel di luar list. Wkwkkw.. Untungnya sih biasanya ga mengecewakan 😀 cuma ya gitu deh.. Budget jd membengkak.. X_X

Ok, sekarang mau lanjut baca novel dulu deh.. Hehe.. Bubye..

Day 2

Sabtu, 8 Desember 2012

Hari ini adalah hari kedua magang. Still wondering araound here. Confuse about anything. I should have faith, because someday i’ll make it through. (āļ‡’Ė€âŒĢ’Ė)āļ‡ I haven’t been comfortable. I know it was 2 days. But, I don’t want to work here. My passion isn’t here. *sok2an ngomong soal passion, pdhl magang jg br 2 hari, dpet kerjaan jg blm*
Makasi buat Tuhan, setidaknya aku msh beruntung bs magang dulu sambil menunggu pengumuman. Hehe.. Aku melamar di sebuah yayasan. Tentu aku berharap diterima. Meski bukan sebuah yayasan yg besar, tp lingkungan disana aku yakin bs memberiku banyak pelajaran. Posisi yg kulamar jg bukan sebuah posisi yg tinggi. Dan ini yayasan loh 😉 gajinya jg jgn ngarep dulu :p
Baiklah, ngomongin soal tempat magangku.. Ada 5 orang staff disini (include me wlupun msh bkn pegawai tetap :D) mereka baik2, apalagi boss ku (fiuhh..untung cantik dan ramah) yahh.. Ttp aja balik lg, jujur aku ga nyaman di lingkungan org2 yg bersuku dan beragama sama denganku. Aku tdk betah dg lingkungan homogen. Sangat menyiksa. Rasanya selalu ada beban. Aku suka heterogen. Beraneka ragam. Jd bs mengenal lbh banyak perbedaan :). Hmm.. Hari pertama magang, blm diajarin apa2 sm senior. Mereka cm sibuk sendiri sm tugasnya. But actually mereka seharusnya bs sambil ngajarin aku, minimal supaya sedikit2 aku mulai familiar dg cara mengetik kontrak2 di komputer atau di mesin tik. Jadi, ketika pekerjaan sdh bejibun, aku ga akan awkward lg bantu ambil kerjaan. Klu udh saatnya banyak yg harus dikerjain terus aku disuruh bantu, terus aku salah, pasti tingkat kesetresan mereka meningkat gara2 aku. -.-” aahhh disini aku menyadari untungnya ikut berorganisasi. Kamu tahu kenapa? Kalian akan lebih sensitif dengan lingkungan sekitarmu. Belajar bagaimana bekerjasaama. Menjadi satu tim. Belajar bagaimana merangkul adik2 yg baru bergabung di organisasi kita. Memberitahu bagaimana kebiasaan2 kakak2 sebelum mereka dan memberitahu apa yg harus dipelajari dan dikerjakan. Hehe.. Begitulah nilai positif yang kuambil dari 2 organisasi yang kuikuti (ada lg sih, tp aku malu ngaku.. Soalnya peranku disana ga ada :”) )
Baiklah sekian dulu ceritaku, mau akting jd pegawai magang yg sok sibuk dulu. Wkwkwkwk.. Annyeong!

[Quote] you say you love me

You say you love rain,
but when it comes, you seek an umbrella.

You say you love the sun,
but when it shines you seek shade.

You say you love wind,
but when it comes, you close your window.

That’s why I am scared when you say you love me.

(via.Best Quotes)